Latest Updates
Showing posts with label Tech3. Show all posts
Showing posts with label Tech3. Show all posts

Crutchlow: Saya Siap 100 Persen!

DOHA – Rider Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow mengungkapkan rasa optimistis tinggi jelang pembukaan MotoGP Qatar (8/4/2013). Hal itu memang sangat wajar, karena melihat performa Crutchlow yang stabil.

Balapan nanti memang tidak akan berjalan mudah bagi seorang Cal. Pasalnya, juara bertahan Jorge Lorenzo dan juara dunia tujuh kali Valentino Rossi siap memberikan perlawanan terbaik dan berusaha untuk menjadi yang terbaik.

“Ada beberapa bakat luar biasa pada diri pembalap lain tapi saya hanya ingin fokus dan menatap ke depan untuk balapan,” cetus Crutchlow seperti disadur Daily Star, Minggu (7/4/2012).

“Saya siap untuk memberikan 100 persen kemampuan saya dalam balapan dan seperti biasa saya datang dalam balapan dan saya siap untuk menghadapi tantangan,” lanjut rider 27 tahun itu.

Race nanti memang dipastikan akan berjalan sengit. Karena setiap pembalap ingin memenangkan kejuaraan itu dan untuk menjaga gengsi tim yang dibelanya.

Ref: http://sports.okezone.com/read/2013/04/07/38/787594/crutchlow-saya-siap-100-persen

MotoGP » Masuk Akal Jika Ducati Pilih Dovizioso Mulai Musim 2013


Ketika desas-desus Valentino Rossi semakin besar tentang pilihannya kembali ke tim Yamaha mulai musim 2013,  meninggalkan pertanyaan besar tentang siapa yang berani mengambil kursi panas di tim tersebut. Sebab dengan banyaknya bukti pembalap yang gagal membawa Ducati memenangi balapan seperti Marco Melandri, Nicky Hayden dan terakhir Valentino Rossi, jadi pertimbangan tersendiri bagi pembalap lainnya.

Tapi prioritas pilihan Ducati pada Andrea Dovizioso sekarang ini, tentu patut jadi bahan pembicaraan. Sebab Dovi sendiri sudah menegaskan bahwa Ducati adalah motor yang sulit untuk dikendarai, alias tidak semua pembalap bisa menyesuaikan dengan karakternya. Kalau sudah begini, pembalap yang harusnya bisa menyesuaikan dengan karakter motornya.

Nah, Rossi sendiri pernah berasumsi tentang proses adaptasi pembalap pada Ducati yang punya karakter berlainan dengan motor lainnya cukup sulit. Selain karena faktor usia yang sudah terbilang cukup dewasa juga karena kebiasaan membawa motor Jepang, tidak dipungkirinya menjadi penghalang besar. Sebab motor Jepang selama ini yang digunakannya tidak ada yang menggunakan konfigurasi mesin L90 derajat.

Sementara di Ducati ia dipaksa menggunakan motor dengan bagian mesin yang lebih panjang dari yang biasa ia gunakan. Akibatnya permainan distribusi bobot dan tingkat kelincahan sulit di mainkan. Lalu bagaimana dengan Dovi jika ia menerima pinangan Ducati? Tentu akan sulit untuk mengklaim bahwa ia juga akan sulit beradaptasi. Sebab dari Honda ke Yamaha ia terlihat cukup mudah beradaptasi dengan karakternya.

Jadi sangat masuk akal jika Ducati pilih Dovi untuk musim 2013, terlepas ia akan kompetitif atau tidak, itu persoalan lain. Hanya waktu yang bisa membuktikan nantinya!


Sumber : otosport.co.id | Berita Terbaru MotoGP | Foto : Andrea Dovizioso

MOTOGP » Crutchlow ke Ducati, Rossi ke Yamaha?

Performa gemilang Cal Crutchlow sejak awal musim 2012 ini membuat Ducati kepincut untuk menggaetnya. Alhasil, tim yang bermarkas di Bologna ini disebut sudah mengadakan pembicaraan dengan pebalap Inggris tersebut dengan tawaran kontrak dua tahun jika dia keluar dari Yamaha pada musim depan.

Crutchlow belum terikat kontrak dengan Monsters Yamaha Tech 3 ketika kontraknya selesai akhir musim ini. Ducati melihat mereka memiliki peluang besar untuk mendapatkan mantan pebalap Superbike tersebut meskipun ambisi Crutchlow adalah masuk skuad tim Yamaha pabrik.
Kami sedang berbicara dengan Cal. Dia pebalap yang cepat dan agresif, dan saya pikir dengan motor kami, sangat mungkin baginya untuk meraih hasil bagus.
-- Vittoriano Guareschi
Memang Crutchlow tampil impresif pada musim 2012 ini. Pebalap berusia 26 tahun tersebut sudah tiga kali start dari barisan depan dan berhasil finis di setiap balapan dengan hasil terburuk di posisi kedelapan saat balapan basah di Le Mans, Perancis, bulan lalu.

Penampilan gemilangnya itu dia lanjutkan akhir pekan lalu di Silverstone, Inggris. Start dari posisi terakhir lantaran tidak ikut kualifikasi akibat cedera keseleo engkel kaki kiri, Crutchlow mampu finis di urutan keenam.

Itulah yang membuat bos Ducati, Vittoriano Guareschi, sangat terkesan. Guareschi terus terang mengatakan bahwa apa yang diperlihatkan Crutchlow sangat menarik perhatian Ducati untuk memilikinya.

"Kami sedang berbicara dengan Cal. Dia pebalap yang cepat dan agresif, dan saya pikir dengan motor kami, sangat mungkin baginya untuk meraih hasil bagus. Sekarang dia pebalap Yamaha, dan Yamaha akan sangat dekat dengannya sehingga tak mudah bagi kami untuk membawanya atau mudah bagi Yamaha untuk kehilangan seorang pebalap bagus seperti dia," ujar Guareschi kepada MCN, Rabu (20/6/2012).

Ditengarai pembicaraan antara Ducati dan manajemen Crutchlow ini terjadi setelah GP Catalunya awal Juni. Akan tetapi, kesepakatan belum tercapai karena prioritas Crutchlow adalah bertahan di Yamaha meskipun permintaannya adalah menjadi tandem Jorge Lorenzo.

"Pertama, saya ingin tetap di Yamaha. Dan apakah itu di Tech 3 atau tim pabrik, saya tidak tahu. Jika saya memiliki pilihan penuh, saya ingin menjadi pebalap tim pabrik, tetapi di Tech 3. Tetapi, kami tahu bagaimana sulitnya itu terjadi," ujar Crutchlow kepada MCN, baru-baru ini.

"Saya senang bersama Yamaha dan itulah tempat di mana saya ingin berada. Apakah di Tech 3 atau di tim pabrik, saya masih ingin mendapatkan dukungan yang sama seperti tim pabrik. Saya melihat masa depan saya lebih jauh tahun ini bersama Yamaha. Tetapi apakah itu akan terjadi, masih perlu dilihat lagi. Jika saya melakukan dengan baik, saya ingin berada di tim pabrik."

Sementara itu, Yamaha sudah memberikan jawaban mengenai permintaan Crutchlow untuk mendapatkan mesin YZR-M1 dengan spesifikasi pabrik seutuhnya jika dia tetap di Tech 3. Yamaha menolak permintaan tersebut karena kebijakan tim tetap memprioritaskan dua pebalap tim pabrik.

Crutchlow pernah berbicara kepada bos Tech 3, Herve Poncharal, bahwa dirinya tak keberatan bertahan di tim yang bermarkas di Perancis tersebut. Akan tetapi, dukungan yang diberikan adalah dengan memberikan mesin itu (YZR-M1 spesifikasi pabrik), seperti yang dilakukan tim pabrik Honda kepada Sete Gibernau, dan yang terakhir kepada Marco Simoncelli ketika kedua pebalap itu membalap untuk skuad milik Fausto Gresini.

"Saya tidak melihat itu merupakan pilihan bagi kami. Honda mungkin memiliki banyak sumber daya dan kapasitas untuk melakukan itu dibandingkan dengan Yamaha. Jadi, ketika Ben sudah mendapatkan kontrak Yamaha, tetapi di Tech 3, dia tetap menggunakan motor spesifikasi satelit."

"Saya tidak melihat bahwa kami menjalankan tiga motor pabrik. Maka, Anda memiliki kesenjangan di Tech 3, yang mana menciptakan masalah manajemen bagi mereka."

Saat ini, Yamaha sudah tenang karena misi utamanya untuk mendapatkan tanda tangan perpanjangan kontrak dari Lorenzo sudah terwujud. Karena itu, tim Jepang tersebut tak mau buru-buru mencari pendamping juara dunia 2010 tersebut, antara rekan setimnya sekarang, Ben Spies, dan duo Tech 3, Andrea Dovizioso dan Crutchlow.

Akan tetapi, ada juga spekulasi yang menyebutkan bahwa Yamaha ada kemungkinan kembali menggaet Valentino Rossi pada musim 2013. Rumor itu cukup kuat berembus selama balapan akhir pekan lalu di Silverstone, Inggris.

Ada alasan kuat yang melatarbelakangi munculnya kabar ini. Selain karena Rossi mengalami masa angat sulit selama dua musim bersama Ducati, "The Doctor" juga ditengarai akan menjadi solusi untuk menarik minat sponsor setelah Yamaha tak mendapat dukungan dana besar (sponsor) dalam dua tahun terakhir.

Memang, sejak Rossi keluar dari Yamaha pada akhir musim 2010, tim tersebut tak pernah mendapatkan sponsor besar. Fiat, yang sebelumnya selalu menjadi pendukung, memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja sama ketika Rossi hengkang.

sumber : kompas.com | Berita Terbaru MotoGP | Foto : Valentino Rossi vs Cal Crutchlow

Pedrosa: Untung Duo Tech 3 Jatuh

LE MANS - Sama seperti Casey Stoner, pembalap Repsol Honda lainnya, Dani Pedrosa juga menunjuk performa ban sebagai biang kegagalannya bersaing di GP Prancis.

Pedrosa sebenarnya mengawali balapan dengan posisi yang sangat menguntungkan, yakni pole. Namun, ,masalah traksi pada ban yang sulit mencapai suhu ideal di cuaca basah dan overheated saat lintasan mulai kering membuatnya gagal memberikan yang terbaik.

Ya, Pedrosa langsung kehilangan posisinya di tempat terdepan, begitu balapan berlangsung. Sempat menguntit Jorge Lorenzo di beberapa lap awal, Pedrosa perlahan mulai melambat hingga disalip Valentino Rossi dan dua pembalap Yamaha Tech 3.

“Saya kehilangan traksi di tikungan, terutama pada gigi satu dan dua. Saya tidak bisa meningkatkan kecepatan,” keluh Pedrosa dikutip Autosport, Senin (21/5/2012).

“Kami memang sempat melakukan beberapa perubahan setelah sesi pemanasan, dengan harapan mendapatkan hasil lebih baik. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Tapi, hal seperti ini biasa terjadi,” sambungnya.

Sejak itu, Pedrosa yang menempati posisi enam nampak pasrah. Namun, terjatuhnya duo Tech3, Cal Crutchlow di pertengahan lomba dan Andrea Dovizioso jelang berakhirnya balapan, membuatnya sedikit sumringah karena
berhasil finis di urutan empat.

“Saat balapan, saya sudah menyadari bahwa ini bukanlah hari saya. Bukan harinya untuk mengambil risiko. Jadi, sangat penting bagi saya untuk berusaha menyentuh garis finis di posisi terbaik. Tapi, saya beruntung, karena dua pembalapo Tech 3 terjatuh sehingga saya finis keempat,” pungkas Pedrito. (acf)


sumber : sports.okezone.com | Berita Terbaru MotoGP | Foto : Dani Pedrosa