Latest Updates
Showing posts with label Honda. Show all posts
Showing posts with label Honda. Show all posts

Honda Bantah Casey Stoner Akan Gantikan Dani Pedrosa

Honda Bantah Casey Stoner Akan Gantikan Dani Pedrosa

Honda Bantah Stoner Bakal Gantikan Pedrosa 
Pimpinan Repsol Honda, Livio Suppo membantah spekulasi bahwa mantan pebalap MotoGP, Casey Stoner akan menggantikan posisi Dani Pedrosa yang karirnya terancam akan berakhir lebih awal. Hal ini disampaikan Suppo dalam wawancaranya bersama Crash.net.

Dalam MotoGP Qatar, Pedrosa mengalami cedera arm pump, yang sudah ia derita selama beberapa tahun terakhir. Operasi pun diyakini akan membuat kondisinya makin buruk. Ketidakpastian ini membuat Pedrosa ogah membalap selama cederanya belum pulih.

"Dani sudah menjadi pebalap Honda sejak memulai karir balap. Jujur saja, tak ada pebalap lain yang bisa sepertinya. Ia tiga kali juara dunia, selalu memenangkan balapan setiap tahun dan selalu menjadi kandidat juara dunia," ujar Suppo.

Suppo pun tertawa ketika ditanya apakah Stoner akan menggantikan Pedrosa, mengingat pria Australia itu baru mengumumkan diri akan turun di Kejuaraan Suzuka 8 Hours bulan Juli nanti bersama Honda.

"Casey sudah berulang kali berkata bahwa ia tak mau kembali ke MotoGP. Saya yakin kami akan mendapat solusi untuk Dani. Saya optimis. Yang penting sekarang adalah menjaga kondisi fisik Dani," tutup Suppo.

Honda RC213V Diminta Lebih Bersahabat Musim Depan

Honda RC213V Diminta Lebih Bersahabat Musim Depan
 
Kebangkitan Yamaha di penghujung musim 2014 membuat kubu Honda waswas. Di musim depan Honda berharap motor RC213V milik Marc Marquez dan Dani Pedrosa lebih bersahabat untuk ditunggangi.

Meski Marquez sangat dominan di separuh pertama musim 2014, Yamaha berhasil bangkit di paruh kedua. Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo berhasil mengumpulkan poin lebih banyak sejak race di Indianapolis pada bulan Agustus sampai seri penutup di Valencia.

Dalam kurun sembilan balapan terakhir itu Marquez cuma dapat 137 poin, bandingkan dengan 10 race pertama di mana dia meraup 250 angka. Sementara Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi masing-masing dapat 166 dan 154 poin di sembilan race pamungkas.

Pada periode yang sama, Marquez mengalami beberapa kecelakaan yakni di Misano, Aragon and Phillip Island. Kejadian-kejadian tersebut dianggap sebagai indikasi kalau RC213V masih kurang bersahabat.

"Semua orang bertanya soal menambah kecepatan saat melewati tikungan, tapi kami belum mencapai terobosan yang kami butuhkan. Di paruh kedua musim Yamaha mengalami kemajuan baik dari pebalap maupun mesin. Motor kami tahun ini lebih sulit dikendarai dibanding di 2013. Kami ingin membuatnya lebih mudah (dikendarai), seperti Yamaha," ungkap Wakil Presiden HRC, Shuhei Nakamoto.

Betapa sulitnya RC213V dikendalikan musim ini juga bisa dilihat dari performa pebalap tim satelit yakni Alvaro Bautista dan Stefan Bradl.

"Mesin musim ini tidak mudah dikendarai. Sangat berbeda dibanding musim lalu. Siapapun bisa mengendarai (Honda). Mungkin jika saya mengendarainya hari ini catatan waktunya akan di atas dua menit. (Tapi) untuk mencapai 1/10 atau 2/10 detik lebih cepat itu sangat sulit. 1/10 detik perbedaan tetaplah perbedaan," tegasnya seperti dikutip dari Crash.

Masalah Honda bisa bertambah di awal musim 2015 mengingat Marc Marquez dan Dani Pedrosa sama-sama belum puas dengan motor 2015 yang sudah mereka ujicoba beberapa pekan lalu. Keduanya sepakan menyebut karakter mesin serta sasis masih butuh perbaikan.

Honda dan Yamaha Kompak Puji Antusiasme Publik Indonesia terhadap MotoGP

Honda dan Yamaha Kompak Puji Antusiasme Publik Indonesia terhadap MotoGP

 
Roma - Dikenal sebagai rival, Honda dan Yamaha tetap punya opini serupa ketika membicarakan antusiasme publik Indonesia terhadap gelaran MotoGP. Mereka kompak memberi apresiasi positif dan juga menyayangkan fakta bahwa Indonesia tak menggelar MotoGP.

Dengan Indonesia menyandang status sebagai salah satu pasar besar untuk sepeda motor, Yamaha dan Honda sudah beberapa kali mengirimkan bintang-bintang MotoGP-nya untuk sejumlah aktivitas. Dalam kesempatan tersebut, publik Indonesia rupanya sudah memberikan kesan khusus.

"Kami sudah pernah datang ke Indonesia dengan kedua rider kami dan luar biasa sekali antusiasme mereka terhadap MotoGP," sebut Manajer Tim Repsol Honda Livio Suppo di Crash. "Mereka memperlakukan para pebalap seperti bintang musik rock. Sayang sekali kita tidak memiliki balapan MotoGP di sana."

Yamaha, yang juga bersaing sengit dengan Honda dalam hal penjualan di Indonesia, pun sudah mendatangkan pebalap-pebalapnya dalam beberapa kesempatan. Kesan serupa juga mereka dapatkan dari publik Indonesia.

"Seperti yang dikatakan Livio, Indonesia luar biasa," sambung Managing Director Yamaha Lin Jarvis. "Buat saya, popularitas MotoGP di Indonesia luar biasa sekali mengingat kami bahkan tidak membalap di sana."

Kendatipun punya basis penggemar besar, Indonesia sudah tak pernah lagi menghajat balapan kejuaraan dunia grand prix balap motor sejak balapan 500cc di Sentul pada tahun 1997 silam. Sejumlah usaha untuk kembali menggelar balapan dalam ajang kejuaraan dunia balap motor sudah beberapa kali dilakukan, termasuk seri World Superbike tahun 2013 lalu, meskipun semuanya belum berhasil dilakukan.

Satu-satunya balapan MotoGP di Asia Tenggara yang ada saat ini adalah MotoGP Malaysia di Sepang, yang popularitasnya terus berkembang dengan seri balapan itu tahun ini disebut menyedot 130 ribu penonton--nyaris dua kali lipat seri balapan di Jepang dan Australia.
Sehubungan dengan hal tersebut, kubu Honda dan Yamaha pun menyambut baik jika pada suatu saat nanti gelaran MotoGP akan menambah seri balap di Asia Tenggara, secara khusus Indonesia.

"Kami harus tetap di Eropa karena tentu saja itu amatlah penting, tapi di sisi lain jika di masa depan kami memiliki lebih sedikit balapan di Spanyol dan Italia, misalnya, dan lebih banyak balapan di negara-negara seperti Amerika Selatan, atau Indonesia, atau Thailand, itu tentu saja amat disambut baik," kata Suppo.

"Kami di Yamaha punya pendapat yang sama. Fokus utamanya di MotoGP adalah mempromosikan merek dan dukungan terhadap penjualan dan pemasaran. Pada akhirnya itulah tujuan utamanya. Tentu saja pengembangan teknis juga sangat penting, tapi jika kami tidak menjual motor maka kami takkan ada di sini. Bagian besar dari bisnis secara khusus adalah Asia, dan sejumlah wilayah di Amerika Selatan juga berkembang dengan baik. Chile, misalnya. Saya kecewa kami tidak pergi ke Brasil, tapi semoga kami akan melakukannya. Manajemen kami sudah pergi ke sirkuit di Thailand, yang mana masih gres, dan juga amat sangat terkesan dengan sirkuit itu," beber Jarvis melanjutkan.

Marquez Tutup Peluang Dirinya Turun di Dua Kelas



Jakarta - Marc Marquez menglarifikasi pernyataan soal dirinya membuka peluang turun di dua kelas sekaligus. Juara dunia 2013 itu menyatakan membalap di MotoGP dan Moto2 di musim yang sama mustahil dilakukan.

Wacana soal Marquez akan turun juga di Moto2 pada akhir musim ini diembuskan oleh beberapa media Spanyol. Selain karena sangat dominan di MotoGP, secara pribadi Marquez mengaku dirinya tak menutup 100% peluang tersebut.

"Peluangnya 95% tidak, tapi 5% sisanya adalah Anda tidak tahu," sahut Marquez beberapa hari lalu.

Pernyataan Marquez tersebut kemudian dianggap sebagai tanda bahwa rider asal Spanyol itu benar-benar akan menjalani dua balapan di satu musim. Beberapa menyebut kalau Marquez akan melakukan itu pada balapan di Valencia.

"Saya bilang kalau masih ada lima persen peluang karena saya tidak menutup pintu seutuhnya. Tapi pada kenyataan itu sudah tertutup," seru Marquez.

"Itu sesuatu yang ingin saya lakukan di dalam mimpi saya, tapi saat ini hal tersebut tidaklah mungkin," lanjutnya di MCN.

Ada beberapa tantangan berat yang harus dilalui Marquez jika dia benar-benar mau tarung di dua kelas. Selain kompetisi di Moto2 yang sangat sengit, hal lain yang mungkin tidak bisa dia tolak adalah kalau Honda tak memberikan izin.

"Mungkin Honda tidak akan terlalu gembira karena Moto2 adalah kelas yang sangat berat dan Anda bisa saja finis pertama atau di posisi 20. Kita bisa menutup pembicaraan soal ini karena saya tidak akan melakukannya dan saya akan fokus hanya ke MotoGP," tuntasnya.

Marquez Hapus Keraguan

Marquez Hapus Keraguan
Brno - Marc Marquez menjadi pebalap tercepat dalam tes resmi MotoGP di Sirkuit Brno. Hasil ini menghapus keraguan yang ada di benak Marquez setelah balapan MotoGP Republik Ceko.

Brno adalah tempat terhentinya rentetan kemenangan Marquez di MotoGP musim ini. Setelah memenangi sepuluh seri pertama, Marquez cuma finis keempat pada balapan Minggu (17/8/2014) lalu. Dia finis di belakang Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi.

Setelah kekalahan tersebut, Marquez mengaku dirinya merasa tidak nyaman. Dia juga tidak menemukan setelan terbaik untuk motornya.

Namun, Marquez kembali unjuk gigi saat tampil dalam tes yang digelar Senin (18/8). Memakai prototipe motor yang akan dipakai pada tahun 2015, rider Repsol Honda itu mengukir waktu tercepat, 1 menit 55,411 detik. Dia mengungguli Lorenzo, Pedrosa, Aleix Espargaro, dan Rossi.

"Hari ini berjalan sangat baik dan saya sangat senang karena kami telah menghapus keraguan-keraguan yang kami punya setelah balapan kemarin," ucap Marquez seusai tes, seperti dikutip Crash.

"Kami tak mengerti apa yang telah terjadi. Kami berkesimpulan bahwa banyak faktor yang memengaruhi hasil kemarin karena hari ini kami sangat cepat sejak awal dan punya kecepatan yang bagus dengan settingan yang sama seperti kemarin (pada motor 2014)."

"Pagi ini kami fokus pada kerja dengan motor tahun ini, menjajal beberapa settingan berbeda, dan saya langsung merasa sangat nyaman. Kemudian kami mencoba motor baru (2015) lagi, yang punya potensi besar, dan kami mencatat waktu yang bagus."

"Hal terbaiknya adalah kecepatan yang kami punya hari ini kembali ke kec