Latest Updates
Showing posts with label Marc Marquez. Show all posts
Showing posts with label Marc Marquez. Show all posts

Menghormati Luis Salom Rossi - Marquez Akhirnya Berjabat Tangan

Menghormati Luis Salom  Rossi - Marquez Akhirnya Berjabat Tangan
Setelah Tujuh Kali Balapan Rossi Marquez Akhirnya Berjabat Tangan

Setelah terlibat duel di seri ketujuh di Sirkuit Catalunya, Minggu (5/6/2016), keduanya terlihat berjabat tangan.

Jabat tangan kedua pembalap diyakini sebagai yang pertama terjadi di musim 2016. Meskipun kedua pembalap bukan kali pertama naik podium bareng di musim ini.

Peristiwa jabat tangan Rossi-Marquez bermula ketika kedua pembalap selesai melakoni balapan. Rossi yang memenangkan balapan kemudian menghampiri Marquez dengan posisi tangan terulur. Sontak The Baby Alien menyabutnya sambil terus sumringah.


Sejak insiden di Sirkuit Sepang tahun 2015, Rossi dan Marquez memang terlihat bermusuhan. The Doctor memilih tidak bicara dengan Marquez, terlebih setelah race Valencia yang membuat Rossi makin jengkel.

Rossi dan Marquez pernah satu podium musim ini. Tepatnya ketika The Baby Alien mengalahkan Rossi di GP Argentina, April 2016 lalu. Namun keduanya tidak terlihat berinteraksi.


Le Lene Ancam Siarkan Gaya Preman Marc Marquez

Program acara di salah satu Stasiun TV asal Italia, Le lene menyatakan apa yang dikatakan pihak Marc Marquez bahwa dua wartawan mereka melakukan pengeroyokan di kediaman orang tua joki Repsol Honda di Cervera, Spanyol, adalah fitnah. Bahkan mereka mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Marc tidak dipermalukan atau dihina. Dan, anggota keluarganya tidak mendapatkan perlakuan kasar (didorong) dari wartawan kami. Jadi apa yang ramai dibicarakan selama ini adalah fitnah, karena wartawan kami tidak melakukan penyerangan," demikian pernyataan resmi seperti dikutip Corriere, Minggu (1/11/2015).
Buat Pernyataan Bohong Le Lene Ancam Siarkan Gaya Preman Marquez
Le lene menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Alessando Onis dan Stefano Corti diperintah untuk menyerahkan trofi "Cup of Shit" kepada Marquez. Ini salah satu penghargaan khusus yang diciptakan untuk merayakan apa yang terjadi di Sepang, selama insiden senggolan dengan Valentino Rossi. (Baca juga: Dikeroyok Wartawan, Marquez Tempuh Jalur Hukum)

Sayang, kedatangan Onis dan Corti justru memicu perseteruan dan mengakibatkan perkelahian. Bahkan kamera video yang dibawa mengalami kerusakan parah. Akibat peristiwa ini, Onis dan Corti berada di salah satu rumah sakit di Spanyol untuk menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya tersebut.

"Ketika kami mencoba untuk memberikan trofi kepada Marquez, kami malah diserang dan perkelahian pecah. Kamera rusak dan kaset sempat mau diambil keluarga Marc," tambah Le lene, usai mendengarkan pernyataan dua wartawan mereka.

Beberapa bahan yang mendokumentasikan cara mereka (keluarga Marquez) melakukan hal-hal yang tidak benar telah disimpan. Dan, Le lene akan menyiarkannya pada Senin (2/11/2015) waktu setempat.

Marc Marquez Ribut Dengan Wartawan Italia

Insiden menegangkan terjadi di kediaman Marc Marquez di Cervera, Catalan. Pembalap MotoGP dari tim Repsol Honda itu mengalami penyerangan oleh sekelompok wartawan Italia usai menolak diwawancarai.

Marca, Sabtu (31/10/2015) melaporkan, Marquez mendapat serangan usai menghabiskan waktunya bermain motorcross bersama ayah dan saudaranya, Julia. Saat hendak masuk ke rumah, mereka dicegat dua wartawan Italia, Alessando Onis dan Stefano Corti yang diketahui adalah jurnalis program kontroversial di Negeri Pizza, Le lene (The Hyenas).

Marquez diberitakan enggan meladeni mereka sehingga membuat dua wartawan itu kesal. Berdasarkan keterangan saksi mata, Onis dan Corti langsung melempari area parkir pembalap berusia 22 tahun itu dengan botol bir dan melemparkan trofi berbentuk kemaluan raksasa.

Hal tersebut membuat Marquez sempat ditahan dua jurnalis dengan perlakuan tidak menyenangkan. Marca menyebut Marquez dicekik sebelum akhirnya bisa masuk ke dalam rumah dengan aman. Selanjutnya, keluarga Marquez melapor kepada polisi yang kemudian bergerak cepat mengamankan dua jurnalis tersebut. Dalam keterangannya, Onis dan Corti juga protes sebab kamera mereka dirusak oleh The Baby Alien.

"Kami ke rumah orang tuanya dan kami bertemu Marc, ayahnya, adik serta temannya. Tetapi ketika kami ingin memberikan trofi, kami diserang dan rugi sebab kamera kami dirusak dan diambil memory card-nya," demikian rilis dua wartawan tersebut.

Banyak diduga, kasus ini adalah buntut perseteruan Marquez dengan Valentino Rossi yang terjadi di Grand Prix Malaysia kemarin. Saat itu, Rossi mendapat hukuman penalti akibat diduga sengaja menendang Marquez yang membuatnya kian sulit meraih gelar juara dunia musim ini.

Sebenarnya Marc Marquez Tidak Idolai Rossi

ROMA - Carlo Pernat, Head of External Relations Tim Italia, ragu terhadap klaim yang menyebutkan Marc Marquez mengidolakan Valentino Rossi. Memuja Rossi sebenarnya hanya pencitraan Marquez.
Rossi menjadi bulan-bulanan karena menendang Marquez hingga jatuh dalam GP Malaysia akhir pekan lalu. Akibatnya, pembalap berjuluk The Doctor tersebut terpaksa start dari posisi terakhir dalam seri pamungkas di Valencia.
Sanksi tersebut membuat kans Rossi untuk menjadi juara MotoGP 2015 mengecil, meskipun masih unggul tujuh poin atas Jorge Lorenzo di klasemen sementara. Sebenarnya banyak juga yang membela Rossi, khususnya pesohor-pesohor dari Italia seperti mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi.
Kini, giliran Pernat yang tak rela Rossi terus disudutkan. Bahkan, dia “menusuk” Marquez dengan klaim yang sangat berani dan tajam.
“Sekarang, saya bisa membeberkan bahwa tiga tahun lalu Valentino bilang ke saya, ‘Carlo, Anda tidak tahu sebenarnya dia adalah penipu yang sangat andal’. Dia selalu membenci Valentino dan apa yang dikatakannya tiga tahun lalu ternyata benar,” kata Pernat, seperti dilansir Gazzetta, Kamis (29/10/2015).
“Apakah Anda benar-benar berpikir Marquez memiliki poster Rossi di kamarnya? Anda bercanda! Mungkin iya saat dia masih berumur tiga tahun. Saya tahu betul,” jelasnya.

Marquez Mulai Lupakan Gelar Juara Dunia 2015

Marquez Mulai Lupakan Gelar Juara Dunia 2015
Gagal Finis, Marquez Mulai Lupakan Gelar Juara Dunia 
Silverstone - Kegagalan finis di MotoGP Inggris membuat rider Repsol Honda Marc Marquez mulai melupakan gelar juara dunia musim ini. Selain kembali tertinggal jauh dari para rival, ada problem lama yang mengganggu motornya.

Marquez sejatinya punya kesempatan bagus untuk naik podium dalam balapan di sirkuit Silverstone, Minggu (30/8/2015) malam WIB. Pebalap asal Spanyol itu start dari posisi terdepan dan punya hasil bagus di sepanjang akhir pekan.

Selepas start pun lajunya meyakinkan. Meski menjalani sebagian besar balapan di posisi dua di belakang Valentino Rossi, namun jaraknya tak pernah benar-benar jauh.

Situasinya jauh lebih baik ketimbang Jorge Lorenzo, yang meski juga tampil baik di sesi latihan bebas sampai kualifikasi, namun merosot saat menjalani balapan yang berlangsung di bawah guyuran hujan. Lorenzo sendiri pada akhirnya hanya finis di posisi empat.

Namun petaka untuk Marquez tiba di awal putaran 13. Saat memasuki tikungan, motornya kehilangan kendali dan melemparnya ke udara. Juara dunia dua musim terakhir itupun tak bisa melanjutkan balapan.

Menyusul kegagalan finisnya yang keempat kali di musim ini tersebut, Marquez pun kini tertinggal 77 poin dari Rossi di puncak klasemen dengan sisa enam seri. Meski secara hitung-hitungan matematis masih memungkinkan untuk mengejar, namun Marquez tampaknya memilih tampil tanpa beban.

"Kami kehilangan pilihan untuk kejuaraan tapi kami akan mencoba memenangi sebanyak mungkin balapan dari sini sampai akhir musim. Tidak ada lagi pikiran ke kejuaraan," katanya dikutip Crash.

"Saya akan mencoba untuk menang, tapi kalau tidak memungkinkan saya akan mencoba finis di posisi dua dan di podium. Saya tidak akan mengubah level karena saya sudah mengambil banyak risiko," tambahnya.

Salah satu sebab Marquez tak mau terlalu memikirkan perebutan gelar juara dunia adalah problem yang kembali menghantui. Dia mengaku kembali merasakan masalah di bagian belakang motor.

"Di balapan, saya merasa dalam kondisi bagus dan mencoba mengikuti Valentino dan saya sempat mampu melakukannya. Di sejumlah bagian trek saya lebih cepat tapi di sisi lain saya merasakan karakter motor, yakni sensasi melayang di bagian belakang yang juga kami alami di awal musim," ujarnya.

"Di bawah hujan, saya merasakan itu yang mana sulit untuk dihadapi selama balapan. Saya mencoba mengatasinya, tapi pada akhirnya ketika di belakang Valentino, saya tiba di akhir jalur lurus, mengerem, dan kehilangan kendali bagian belakang, bannya terkunci. Saat saya mencoba mengembalikan posisi, saya sudah melayang di udara," demikian pebalap 22 tahun itu.

Marquez: Rossi Tahu Ini Mungkin Peluang Terakhirnya

Marquez: Rossi Tahu Ini Mungkin Peluang Terakhirnya

Marquez: Rossi Tahu Ini Mungkin Peluang Terakhirnya 
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku akan berjuang mempertahankan gelar dunianya hingga titik darah penghabisan, meski pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi kembali menjelma sebagai momok menakutkan musim ini.

Menjelang MotoGP Spanyol akhir pekan ini, Rossi memimpin klasemen dengan 66 poin, yakni usai meraih tiga podium termasuk dua kemenangan. Sementara Marquez terpuruk di peringkat kelima dengan tertinggal 30 poin dari Rossi.

Meski begitu, Marquez sama sekali tak patah arang. Ia masih yakin bisa meraih gelar MotoGP ketiga bila ia mampu mengejar poin Rossi. "Saya akan yakin bila poin kami berdekatan. Tapi Vale pasti akan terus berusaha keras," ujarnya kepada The Guardian.

Marquez juga akan melakukan apapun untuk menjegal langkah Rossi. "Vale tahu ini mungkin kesempatan terakhirnya meraih gelar dunia ke-10. Saya akan bertarung melawannya hingga titik darah penghabisan," tutupnya.

Marquez: Saya dan Rossi Bisa Saja Renggang

Marquez: Saya dan Rossi Bisa Saja Renggang

Marquez: Saya dan Rossi Bisa Saja Renggang 
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku tak akan menampik kemungkinan renggangnya hubungan baik yang ia miliki dengan Valentino Rossi bila keduanya bertarung sengit demi meraih gelar dunia hingga akhir musim nanti.

Marquez dan Rossi dikenal berteman baik, bahkan Marquez mengidolakan The Doctor sejak kecil. Meski begitu hubungan mereka mulai 'diuji' saat keduanya bersenggolan di MotoGP Argentina, yakni di mana Marquez terjatuh dan Rossi meraih kemenangan.

"Hubungan kami tak akan berubah. Saya jelas tak berharap hubungan kami rusak," ujar Marquez kepada The Guardian. "Tapi tentu hubungan kami bisa renggang bila kami bertarung meraih gelar hingga akhir musim. Pasti akan ada tekanan. Tapi sejauh ini hubungan kami baik-baik saja."

Menjelang MotoGP Spanyol yang bakal digelar di Sirkuit Jerez akhir pekan ini, Rossi berada di puncak klasemen pebalap dengan 66 poin, unggul 30 poin dari Marquez yang berada di peringkat kelima.

Marquez Soal Lorenzo: Kami Bukan Teman

Marquez Soal Lorenzo: Kami Bukan Teman

Marquez Soal Lorenzo: Kami Bukan Teman 
Jika Marc Marquez menganggap Valentino Rossi sebagai teman dan idolanya, maka pendapatnya soal Jorge Lorenzo malah sebaliknya. Menurut pebalap Repsol Honda ini, Lorenzo merupakan lawan paling berat baik secara wheel-to-wheel di lintasan maupun secara mental.

Kedua pebalap ini memang kerap mengalami cekcok sejak Marquez turun di MotoGP 2013. Lorenzo kerap mengeluhkan gaya balap Marquez yang agresif. Puncaknya terjadi di Jerez, Spanyol pada tahun yang sama, di mana keduanya bersenggolan.

Kala itu Marquez dan Lorenzo memperebutkan posisi kedua dan bersinggungan di tikungan terakhir. Marquez finis kedua, dan Lorenzo marah besar, hingga tak mau berjabat tangan. Menjelang Seri Jerez akhir pekan ini, topik ini kembali hangat dibicarakan.

"Kami bertarung memperebutkan gelar dan jelas ada ketegangan di antara kami berdua," ujar Marquez kepada The Guardian. "Jorge bukan teman saya. Kami juga tidak pergi makan malam atau minum-minum bersama. Kami tak punya hubungan yang begitu baik. Tapi tak masalah, karena kami profesional saja."

Marquez dan Lorenzo pun diprediksi akan kembali sengit akhir pekan ini. Pasalnya, Marquez berada di peringkat kelima klasemen dengan 36 poin, hanya tertinggal satu poin dari Lorenzo di peringkat keempat.