Latest Updates
Showing posts with label Racing Line. Show all posts
Showing posts with label Racing Line. Show all posts

Pedrosa Bocorkan Kesuksesan Marquez

Dani Pedrosa. (Foto: Reuters)
KATALUNYA – Semua orang terpesona melihat aksi Marc Marquez pada musim perdana di ajang kelas utama MotoGP. Dani Pedrosa memberikan bocoran alasan kehebatan pembalap debutan MotoGP itu.

Marquez mengalami hari yang berat dalam balapan di MotoGP Italia, dua pekan lalu. Saat itu, pembalap Repsol Honda harus terjatuh sebanyak tiga kali selama sesi latihan bebas MotoGP di Sirkuit Mugello, termasuk saat terjatuh sedang dalam kecepatan tinggi.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Katalunya, Pedrosa rupanya membagi bocoran mengenai kunci kesuksesan Marquez selama balapan di MotoGP Italia, yang ternyata terbantu setelah settingan motor mereka berdua yang sama.

“Balapan Marquez memang sangat mengejutkan setelah dia terjatuh cukup keras dalam sesi latihan Jumat dan Sabtu. Tapi, kami tahu dia meniru settingan motor kami,” jelas pembalap asal Spanyol itu.

“Timnya Marquez juga diberikan semua informasi yang kami kumpulkan pada Sabtu untuk meningkatkan traksi dan saya mengira ini mempermudahnya,” sambung pemuncak klasemen sementara MotoGP itu.

Diketahui, pembagian data memang sudah menjadi salah satu masalah yang ada di Honda. Pada musim 2008 lalu, manajer Pedrosa, Alberto Puig, juga pernah terlibat perang kata-kata dengan mantan rekan setim Pedrosa, Nicky Hayden gara-gara hal ini.

Saat ini, Pedrosa, Marquez dan Jorge Lorenzo sedang bertarung untuk memperebutkan kemenangan di MotoGP Katalan. Ini merupakan balapan kedua dari empat kalender di MotoGP tahun ini.

Ref: http://sports.okezone.com

Lengan masih sakit, Iannone ngotot ikut MotoGP Perancis

Andrea Iannone (c) MotoGP.com
Pebalap Pramac Ducati, Andrea Iannone mengonfirmasi bahwa dirinya akan mencoba tetap turun lintasan dalam MotoGP Perancis di Sirkuit Le Mans akhir pekan ini.

Debutan MotoGP itu mengalami operasi lengan setelah menjalani MotoGP Spanyol dua pekan lalu. Normalnya, para pebalap profesional akan sembuh lebih cepat, namun Iannone mengaku operasinya jauh lebih rumit daripada perkiraan.

"Setelah operasi, saya merasa sangat kesakitan. Saya tak bisa meluruskan lengan dan kondisi saya sangat lemah. Saya bahkan tak bisa mengetik sms," ujarnya. "Meski begitu hari demi hari kondisi saya membaik. Kondisi lintasan nanti akan memperjelas bagaimana situasi kesehatan saya."

Dengan dihantui rasa sakit itu, Iannone pun berharap Sirkuit Le Mans nanti di guyur hujan. Menurut pebalap Italia tersebut membalap dalam guyuran hujan biasanya tidak terlalu melelahkan.

"Saya sudah mencoba berlatih dengan skuter, dan saat melakukan akselerasi, otot tangan saya sangat sakit. Saya berharap hujan turun karena Le Mans cukup sulit, dan membalap dalam guyuran hujan akan lebih mudah," tutupnya.

Sementara itu, rekan setim Iannone, Ben Spies dipastikan tidak akan turun lintasan akhir pekan ini akibat sedang menjalani rehabilitasi cedera perut dan dada. (twb/kny)

Ref: Bola.net

Soal Aksi Salip Lorenzo, Marquez Akui Contek Rossi

Jorge Lorenzo (kiri) dan Marc Marquez (kanan). Foto: Reuters

JEREZ - Seri MotoGP Spanyol cukup menyajikan balapan yang menarik dengan Dani Pedrosa dari Repsol Honda sebagai pemenangnya, Minggu (5/5/2013). Namun, pertarungan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo yang justru menyita banyak perhatian.

Usai Pedrosa berhasil menyalip Lorenzo ke posisi pertama, balapan di Sirkuit Jerez seolah menjadi tidak terlalu seru dalam perebutan posisi pertama. Pasalnya, Pedrosa sudah cukup tenang melaju di depan hingga meninggalkan pembalap lainnya.

Sementara, perebutan posisi kedua antara Lorenzo dan Marquez berlangsung cukup sengit. Lorenzo yang berada di posisi kedua harus takluk oleh Marquez di tikungan dan lap terakhir hingga Marquez berhasil finis di tempat kedua.

Manuver yang dilakukan oleh Marquez sendiri cukup menyita perhatian karena hampir menjatuhkan Lorenzo di tikungan yang dinamakan sama sepertinya. Beruntung, pembalap Yamaha tersebut masih bisa melanjutkan balapan dan finis di tempat ketiga.

Alhasil, Lorenzo pun memperlihatkan wajah yang kesal dan marah usai balapan. Namun, Marquez sadar bahwa dirinya pun akan melakukan hal yang sama dengan jawara MotoGP musim lalu tersebut.

 “Tentu saya akan marah. Saya lebih muda dari Jorge dan mungkin saya juga akan 'memanas', kalau bukan karena dilewati pasti karena kehilangan posisi,” ungkapnya, seperti dilansir Crash.

Kejadian serupa pernah terjadi pada 2005 antara Valentino Rossi dan Sete Gibernau. Di mana Rossi berhasil melewati Gibernau di tikungan terakhir hingga terjadi benturan di antara keduanya. Gibernau pun seperti Lorenzo harus keluar lintasan, meski bisa menyelesaikan balapan dan finis di tempat kedua.

Marquez yang terkenal memiliki gaya balapan agresif itu mengaku meniru manuver tersebut dari Rossi. Pembalap berusia 20 tahun itu, menuturkan bahwa dirinya sering melihat video-video balapan pada tikungan terakhir itu.

 “Saya melihat berulang kali video-video yang menunjukkan kalau kita bisa melewati pembalap lain di tikungan terakhir. Saya ingat Valentino (Rossi) dan banyak pembalap lain. Saya hanya mencoba melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Akan tetapi, pembalap yang baru memuali gelaran MotoGP pada musim ini mengaku takkan hal yang kepada rekan setimnya, Dani Pedrosa.  “Saya rasa tidak, karena saya sudah melihat data yang menunjukkan bahwa Dani sangat kuat di tikungan itu,” tegas jawara Moto2 musim lalu itu. (min)


Ref: http://sports.okezone.com

Adu Gengsi Tiga Pebalap Spanyol MotoGP Jerez 2013

MotoGP Spanyol Jerez, diprediksi akan menjadi moment yang sangat bergengsi bagi tiga rider asal Spanyol, apalagi nama pebalap Yamaha Factory Racing Jorge Lorenzo akan diabadikan sebagai nama tikungan terakhir Sirkuit Jerez, Spanyol akhir pekan ini yang tentunya akan sangat memotivasi Lorenzo untuk membuktikan bahwa namanya layak untuk diabadikan.



Dani Pedrosa pebalap Repsol Honda yang akhir pekan kemaren dikalahkan rekan setimnya Marquez tentunya akan mati-matian menunjukkan bahwa dirinya adalah pebalap yang terbaik, apalagi setelah dia tersinggung dengan ucapan sang Legenda MotoGP asal Amerika Serikat Kevin Schwantz yang menyebut bahwa Dani Pedrosa tidak mungkin menjadi juara dunia 2013.




Marc Marquez yang tampil mempesona pada MotoGP Austin Amerika di Circuit of The Americas, tentunya akan tampil lebih maksimal lagi, apalagi seri MotoGP ini di gelar negaranya sendiri. Seri MotoGP ini akan sangat dinantikan, karena tiga rider asal Spanyol akan bertarung memperebutkan podium pertama, tetapi persaingan ketiga rider Spanyol tersebut akan terusik oleh rider asal Italy Valentino Rossi yang tentunya tidak bisa diremehkan, karena Rossi sudah mencatat tujuh kali kemenangan dikelas MotoGP pada sirkuit Jerez yaitu 2009, 2007, 2005, 2003, 2002, dan 2001.




Dovizioso Pasrah Tunggu Perkembangan Ducati

Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta - Dua balapan di musim 2013 sudah terlewati namun Ducati belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan performa. Andrea Dovizioso pun mengaku cuma bisa pasrah menunggu dapat motor kompetitif.

Saat Yamaha dan Honda bergantian jadi juara di Qatar dan Amerika Serikat, Ducati masih konsisten dengan keterpurukannya itu. Nicky Hayden berturut-turut menuntaskan balapan di posisi delapan dan sembilan, sementara Dovizioso dua kali finis di posisi tujuh.

Desmosedici GP13 disebutkan akan mendapat update menjelang GP Prancis bulan depan. Namun diyakini kalau mereka butuh perubahan besar pada motor untuk bisa menuntaskan masalah understeer, yang sejatinya sudah lama mereka alami.

Saat ditanya soal rencana update terhadap motornya, Dovizioso mengaku belum mendapat informasi apapun soal hal tersebut.

"Saya tidak tahu pasti karena ada banyak bagian dan masing-masing dari bagian itu butuh waktu yang berbeda untuk disiapkan. Kami mengharapkan perbedaan besar di tengah musim ini tapi belum ada yang pasti karena mereka terus bekerja siang dan malam untuk memberi kami update baru secepatnya," sahut Dovizioso di MCN.

"Kami tahu situasinya seperti ini dan saya harus berusaha beradaptasi dengan hal tersebut dan mengatasinya. Tapi Ducati sudah melakukan segalanya pada motor ini dalam hal set-up, jadi kami tak harus menemukan sesuatu yang spesial. Tapi kami harus menunggu update baru itu karena inilah motornya," lanjut dia.

Ref: http://sport.detik.com

MotoGP 2013: Marc Marquez Tegang Berduel dengan Valentino Rossi

Pada balapan pertama MotoGP 2013 di Losail, Marc Marquez berhasil meraih podium. Sang debutan tak menyangka hal ini bisa terjadi. Ia juga menyatakan berdebar dapat bertarung dengan Valentino Rossi, yang merupakan jagoannya selama ini.

Cuma menempati posisi enam di start balapan perdananya di MotoGP, Marc Marquez membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi ‘sesuatu’ musim ini. Buktinya, ia berhasil finish di peringkat ketiga di Grand Prix Qatar, hanya berada di bawah Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.
“Saya tak pernah berpikir masuk podium. Adalah sebuah mimpi untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ini bukan target saya (kemarin). Saya hanya ingin menikmati balapan, dan melakukan yang terbaik sepanjang sesi latihan, kualifikasi, dan balapan. Saat latihan, saya menyadari, berdiri di podium adalah sesuatu yang berat. Namun, saya kemudian memiliki beberapa lap pembuka yang baik, dan berakhir seperti ini,” kata Marquez kepada motogp.com.
Pengalaman paling mengesankan dari pembalap Repsol Honda ini, tak lain tak bukan, adalah ketika berduel dengan Valentino Rossi, yang merupakan tokoh idola Marquez.
“Saya memiliki berbagai figur motor Valentino di kamar. Sebuah hal menakjubkan, ketika Anda bisa bertarung dengan jagoan Anda. Dia melewati saya dan saya melewati dirinya … pada akhirnya, dia yang memenangkan pertarungan. Tapi, kami akan belajar banyak dari hal ini,” cetus Marquez.
Nah, penampilan gemilang pria kelahiran tahun 1993 ini, mampukah terulang pada balapan berikutnya di Circuit of the Americas?

Ref : http://sidomi.com/177430/motogp-2013-marc-marquez-tegang-berduel-dengan-valentino-rossi/

Rossi Terpuruk karena Terjebak

Pebalap Yamaha, Valentino Rossi, saat latihan bebas pertam GP Qatar, Kamis (4/4/2013) malam
LOSAIL, - Valentino Rossi harus menelan kekecewaan saat kualifikasi GP Qatar, Sabtu (6/4/2013). Pasalnya, "The Doctor" hanya mampu berada di urutan ketujuh, yang membuatnya harus start dari barisan ketiga saat balapan hari Minggu (7/6) malam waktu setempat atau Senin (8/6) dini hari waktu Indonesia.
Menurut Rossi, kekacauan di lintasan menjadi penyebab dirinya tak bisa maksimal dalam sesi penentuan posisi start itu. Padahal, selama latihan bebas di Sirkuit Losail ini, Rossi selalu menempati barisan depan, yang membuatnya optimistis bisa masuk posisi lima besar.

"Start dari pole position di sini tak pernah jadi tujuanku, tetapi masuk lima besar. Saya pikir potensiku sudah terlaksana sejak latihan," ujar Rossi, yang dalam dua musim terakhir bersama Ducati tak pernah meraih kemenangan.

"Namun ketika saya untuk kedua kalinya mulai turun ke lintasan dengan ban baru, saya tertahan dalam keramaian."

"Saya masuk tikungan pertama dan melambat, mungkin kehilangan 15 detik."
"Jadi ketika saya masuk pit untuk mengganti ban baru, saya tertinggal 15 detik di belakang Lorenzo. Dia terus melaju dan saya 15 detik di belakang dalam satu grup pebalap. Dan itulah perbedaannya."

Rossi, yang tercepat ketiga pada latihan hari Kamis dan Jumat, mengatakan bahwa dia kurang umpan balik mengenai mesin M1 tunggangannya dibanding rekan setim, Lorenzo, yang merebut pole position.
"Motor cepat, tak diragukan," ujarnya.

"Tetapi saya tak punya cukup rasa dibandingkan Lorenzo atau bahkan Cal Crutchlow, yang 110 persen dengan ban lunak dalam kualifikasi."

"Namun iramaku secara keseluruhan bagus dan meskipun start dari barisan ketiga tak bagus, kami akan mencoba melakukannya dari sana." (Autosport) 

Ref: http://olahraga.kompas.com

Rossi Belum Pede Targetkan Puncak Podium

Valentino Rossi (Foto: MotoGP.com)
GERNO DI LESMO – Berbagai sesi ujicoba, sudah rampung digelar dan kini saatnya menyongsong race yang sebenarnya. Namun sang legenda hidup yang kembali ke jok Yamaha, Valentino Rossi, mengaku belum sepenuhnya optimis bakal mengklaim pucuk podium di seri pertama Losail – GP Qatar.

Seri pertama itu baru akan digelar akhir pekan depan, tepatnya 7 April mendatang. Walau dirasa tunggangannya sudah mulai bisa dikendalikan sepenuhnya dengan setting-an yang nyaris sempurna, Rossi masih menganggap rekannya, Jorge Lorenzo dan rider Honda Repsol, Dani Pedrosa, favorit utama di Qatar nanti.

“Saya akan melakukan segalanya meski sulit untuk bisa berada di depan Lorenzo dan duo Honda demi podium. Mengalahkan mereka akan terasa penting jika ingin kembali juara,” papar Rossi, sebagaimana disadur Ansa, Sabtu (30/3/2013).

“Setiap seri akan menjadi ujian tersendiri. Walau saya sudah memenangkan sembilan gelar juara dan 105 seri, saya selalu merasa masih harus menguji kemampuan, mungkin tekanannya lebih dari pembalap lainnya,” imbuh The Doctor.

Jika Rossi merasa belum mengusung kepercayaan diri 100 persen untuk menang di seri pertama, team director, Massimo Meregalli berpikir sebaliknya. Hasil sesi tes terakhir di Jerez membangkitkan keyakinan Meregalli bahwa Yamaha bakal mampu mendominasi podium.

“Sesi tes musim dingin sudah selesai, kami sudah melakukan hal yang bagus dan kami bisa memulai musim ini dengan cara terbaik,” timpal Meregalli.

“Kami mencapai hampir semua target kami dan saya rasa dengan Yamaha memimpin tiga sesi tes, itu artinya paketan mesin kami sudah mumpuni. Kami sudah tak sabar menyongsong GP Qatar dan kami siap bertarung untuk podium,” tuntasnya.

ref http://sports.okezone.com/read/2013/03/30/38/783579/rossi-belum-pede-targetkan-puncak-podium