Latest Updates
Showing posts with label motogp. Show all posts
Showing posts with label motogp. Show all posts

Legenda MotoGP Mulai Masuk Jerez Walk of Fame

Legenda MotoGP Mulai Masuk Jerez Walk of Fame
Legenda MotoGP Mulai Masuk Jerez Walk of Fame
Setelah dinobatkan Federasi Balap Motor Internasional (FIM) sebagai ibukota balap motor dunia, Sirkuit Jerez, Spanyol menggelar selebrasi berupa Jerez Walk of Fame. Legenda MotoGP, Angel Nieto pun menjadi pebalap pertama yang dilantik.

Menurut MotoGP.com, Nieto meninggalkan cap tangan seperti gelaran Hollywood Walk of Fame. Upacara peresmian ini dihadiri oleh walikota Jerez, Maria Jose Garcia-Pelayo dan juru bicara pemerintah sekaligus koordinator acara, Antonio Saldana.

Nieto yang merupakan 13 kali juara dunia juga mengumumkan secara resmi bahwa legenda MotoGP selanjutnya yang akan dilantik adalah Giacomo Agostini, yang merupakan 15 kali juara dunia.

Meski mengoleksi 13 gelar dunia, Nieto yang kini berusia 68 tahun tak pernah memenangkan gelar dunia kelas tertinggi. Dari seluruh gelar tersebut, enam di antaranya ia raih di GP50 dan sisanya di GP125.

Kata Tim-tim MotoGP soal Aturan Poin Dobel di F1

Kata Tim-tim MotoGP soal Aturan Poin Dobel di F1

 
Valencia - Kompetisi Formula 1 musim ini menerapkan aturan poin dobel di seri pamungkas. Bagaimana komentar tim-tim di MotoGP soal aturan tersebut?

Aturan poin dobel tersebut baru diperkenalkan pada musim ini. Tujuannya adalah agar kompetisi memperebutkan gelar juara bisa berlangsung lebih lama.

Dengan aturan itu, para pebalap akan mendapatkan poin dua kali lipat daripada biasanya di GP Abu Dhabi, 23 November mendatang. Pemenang balapan yang biasanya meraih 25 poin akan mendapatkan 50 poin.

Bagaimana kalau aturan semacam itu diterapkan di MotoGP? Apakah tim-tim yang berlaga akan mau menerimanya?

"Poin dobel untuk balapan terakhir, secara pribadi saya tak menyukainya," ujar manajer tim Repsol Honda, Livio Suppo, seperti dikutip Crash.

"Di sini, kompetisi adalah 18 seri. Jujur saja saya tak tahu kenapa -- oke saya paham itu demi pertunjukan -- tapi bagaimana kalau Anda adalah pebalap yang gagal juara karena sial di balapan terakhir? Saya pikir itu tidak adil," tambahnya.

"Saya lebih menyukai -- seperti di masa lalu, khususnya dengan 18 balapan -- kalau Anda bisa menghapus dua hasil yang paling buruk. Itu lebih adil. Contohnya Dani (Pedrosa) tak mendapatkan poin di Phillip Island, yang mana bukan salahnya," kata Suppo.

Pernyataan Suppo mendapatkan dukungan dari managing director Yamaha Racing, Lin Jarvis. Menurut Jarvis, aturan poin dobel akan merugikan sebagian pebalap.

"Bagi saya, itu adalah aturan yang menggelikan. Saya pikir Formula 1 akan menghapusnya tahun depan. Saya pikir aturan itu tak populer di antara para pebalap atau tim. Kompetisi dimulai bulan Maret, selesai bulan November, dan semuanya harus dihitung," kata Jarvis.

"Saya memikirkan bagaimana ada satu balapan yang tiba-tiba dihitung dobel, ketika balapan seperti kita tahu bisa tak terprediksi. Anda bisa keluar dari lomba di tikungan pertama, bukan karena kesalahan Anda sendiri. Tak masuk akal memakai aturan itu di balapan terakhir," ujarnya.

Tanggapan tim Ducati juga tak jauh berbeda dengan Honda dan Yamaha. "Tak banyak yang bisa saya tambahkan. Saya tak menyukai ide poin dobel di balapan terakhir," kata Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti.

Jelang MotoGP Valencia Pertarungan Terakhir Lorenzo dan Rossi

Jelang MotoGP Valencia Pertarungan Terakhir Lorenzo dan Rossi
 
Jika tahun lalu MotoGP Valencia jadi penentu gelar juara dunia, musim ini balapan penutup musim itu jadi arena pamungkas buat Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi memperebutkan status runner up. Siapa lebih unggul?

Minggu (9/11/2014) akhir pekan ini MotoGP akan sampai pada balapan terakhirnya di tahun 2014. Perebutan gelar juara sudah tuntas sejak di Jepang lalu, namun kompetisi masih akan sengit terkait persaingan memperebutkan posisi runner up.

Keberhasilan Rossi jadi juara di Phillip Island dan dilanjutkan dengan finis kedua di Sepang membuatnya kini dalam posisi lebih unggul. Pebalap berjuluk The Doctor itu memimpin 12 poin atas rekan satu timnya Jorge Lorezo.

Namun karena selisih poin yang sangat tipis, peluang keduanya untuk menjadi runner up musim ini masih terbuka sama lebar. Baik Lorenzo maupun Rossi juga masih harus mewaspadai keberadaan Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Meski sudah jadi juara dunia, Marquez masih punya target untuk melebih catatan Mick Doohan yang kini tercatat sebagai pebalap dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam satu musim. Doohan pada 1997 sukses mengumpulkan 12 kemenangan seri, sama dengan yang dipunya Marquez saat ini.

Meski sudah terlempar dari persaingan memperebutkan posisi kedua, Dani Pedrosa juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pedrosa adalah pebalap tersukses di MotoGP Valencia dengan total telah meraih enam kemenangan: tiga di MotoGP, dua di kelas 250cc dan satu pada kelas 125 cc.

Sejak era MotoGP mulai diperkenalkan tahun 2002, Honda menjadi tim paling sukses di Valencia dengan tujuh kemenangan diraih. Sementara Yamaha punya tiga kemenangan dan Ducati kebagian satu.

KTM Ramaikan Balapan MotoGP di 2017



Melbourne - Satu lagi tim pabrikan akan ikut bersaing di kelas MotoGP. Setelah sekitar satu dekade absen di kelas paling bergengsi, KTM berencana comeback ke MotoGP pada 2017 mendatang.

KTM terakhir berlaga di MotoGP adalah pada tahun 2005 bersama Team Roberts. Setelahnya mereka memilih fokus untuk berpartisipasi di kelas yang lebih ringan yakni Moto3.

Namun dalam tiga tahun mendatang pabrikan asal Australia itu punya target untuk bersaing bersama Honda, Yamaha dan Ducati di MotoGP.

"Kami memiliki rencana, pertama-tama ke Moto2 dan melangkah setahap demi setahap. Itu tidak masuk akal membangun tim KTM tapi menggunakan mesin Honda, itu bukan KTM yang sebenarnya. Jadi kami memutuskan membuat lompatan besar dan berlaga di MotoGP. Kami sudah sangat sibuk dan mencoba segalanya supaya siap untuk 2017," ungkap Kepala Divisi Motorsport KTM, Pit Beirer.

Dilanjutkan Beirer, KTM akan mulai melakukan serangkaian ujicoba pada motor yang akan dipakai pada akhir tahun 2015 mendatang. Dia juga memastikan kalau tunggangannya akan 100% produksi KTM.

"Itu akan sepenuhnya KTM, dengan konsep mesin yang pastinya berkonfigurasi V4, namun tetap dengan tubular frame. Itu akan dibangun dan dibuat di Austria oleh KTM, jadi kami tidak mencari suplier dari luar untuk membangun motor kami. Kami ingin membuatnya sepenuhnya KTM," lanjut dia di Autosport.

Kembalinya KTM ke MotoGP akan membuat ajang rajanya balapan motor itu kembali ramai dengan tim pabrikan. Sebelumnya Suzuki dan Aprilia sudah mengumumkan akan meramaikan persaingan di MotoGP dengan Yamaha, Honda dan Ducati.

Jelang MotoGP San Marino Marquez Ingin Menang untuk Secepatnya Kunci Gelar Juara


Misano - Pebalap Honda, Marc Marquez, bertekad meraih hasil bagus kendati diintai oleh Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Marquez menginginkan untuk segera memastikan titel juara di musim ini.

Rossi pastinya tak ingin mengecewakan suporternya pada balapan yang digelar di depan publiknya sendiri. Sedangkan Lorenzo punya rekor bagus dengan menjadi kampiun dalam tiga tahun terakhir.

Marquez memuncaki klasemen pebalap dengan 288 poin, terpaut 89 poin dari rekan setimnya Dani Pedrosa di posisi kedua. Pebalap muda Spanyol itu berpeluang mengunci titel juara di seri berikutnya di Aragon, apabila sukses menjadi kampiun di Misano pada akhir pekan ini.

"Balapan akhir pekan ini akan sulit," ujar Marquez di Crash. "Valentino membalap di sirkuit kandangnya dan Jorge juga kuat, tapi kami juga tidak boleh melupakan Dani yang ada di posisi kedua klasemen."

"Sekarang targetku adalah mencoba mengurus keuntungan itu dan memenangi kompetisi secepat mungkin," tandas si juara bertahan.

Di San Marino, Marquez punya kesempatan besar untuk menyamai rekor pebalap legendaris Mick Doohan dengan memenangi 12 balapan dalam satu musim.

Jelang MotoGP San Marino Jika Tak Juara, Lorenzo Cukup Puas dengan Podium


Misano - Jorge Lorenzo jadi pebalap dengan catatan paling oke di MotoGP San Marino. Kalau gagal jadi juara di akhir pekan ini, dia menyebut meraih podium sudah akan cukup memuaskan.

Lorenzo adalah pemlik gelar juara dalam tiga musim terakhir di San Marino. Pada tiga musim sebelumnya dia selalu finis sebagai runner up, itu belum termasuk kemenangan yang juga dia dapat saat masih berlaga di kelas 250cc.

Namun upaya Lorenzo melanjutkan rentetan kemenangan di Misano dianggap bakal sulit. Faktor penghadangnya adalah Marc Marquez, yang dari 12 balapan yang sudah digelar musim ini berhasil memenangi 11 di antaranya.

"Jika saya tidak bisa menang, kembali naik podium sudah akan baik. Saya pikir kami kini sedang berada di level terbaik di sepanjang tahun ini dan kami bekerja dengan baik bersama seluruh tim," sahut Lorenzo di Crash.

Lorenzo memang belum sekalipun menang di musim ini, namun performanya dan juga motor Yamaha terus menunjukkan kemajuan. Dua pekan lalu di Silverstone dia kembali menjalani duel sengit dengan Marquez meski akhirnya harus puas finis sebagai runner up.

"Motornya punya performa yang baik dan, buat saya, Misano punya lintasan yang menyenangkan karena lay-out-nya dan punya banyak tikungan cepat," lanjutnya.

Jelang MotoGP San Marino Rossi: Ini Balapan Spesial di Sirkuit Kesukaanku



Misano - Tidak ada balapan yang sespesial MotoGP San Marino buat Valentino Rossi. Berada tak jauh dari rumahnya, race di Misano juga memberinya kesempatan bertemu dengan keluarga dan teman dekat.

"Saat balapan sampai di Misano, saya selalu gembira. Buat saya ini balapan yang spesial. Pertama, karena jaraknya hanya 10 km dari rumah saya di Tavullia dan di sinilah keluarga dan seluruh teman juga seluruh fans. Kedua, Misano adalah trekku, saya mencintai tempat ini," sahut Rossi dalam konferensi pers jelang MotoGP San Marino.

Rossi datang ke Misano sebagai penghuni posisi tiga klasemen. Cuma terpaut 10 poin dari Dani Pedrosa yang ada di urutan dua, The Doctor bisa saja menggeser posisi pebalap Honda itu usai balapan yang digelar Minggu (14/9/2014) mendatang.

Musim lalu di tempat yang sama Rossi cuma bisa finis di posisi keempat. Dia tertinggal 15 detik dari Jorge Lorenzo yang jadi pemenang.

"Kami akan mencoba menyiapkan motor sebaik mungkin, sejak hari pertama. Saya ingin terus berada di depan dan bersaing dengan Jorge serta Marc (Marquez)."

"Di Silverstone saya kembali naik podium dan di sini saya ingin meraih hasil serupa. Saya akan melakukan yang terbaik. Saya harap cuacanya baik, bahkan sejak latihan pertama. Sangat penting untuk bekerja dalam kondisi lintasan kering untuk menyiapkan motor. Saya siap untuk balapan di Misano," tuntasnya seperti diberitakan Crash.

Belum Menang, Rossi Belum 100% Bahagia


Jakarta - Valentino Rossi tengah menjalani musim terbaiknya dalam empat tahun terakhir. Namun karena belum sekalipun menang di 2014 ini dia tak bahagia 100%.

Dari 12 balapan yang sudah digelar di 2014 ini Rossi berhasil naik podium sebanyak delapan kali. Dia empat kali jadi runner up dan empat kali pula finis di posisi kedua.

Jumlah 189 poin yang sudah dipunya Rossi musim ini lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana menjelang seri San Marino jumlah poin yang dia punya baru 156. Namun di 2013 dia berhasil meraih satu kemenangan, podium teratas itu dia peroleh di Belanda.

Meski berulang kali menyatakan kepuasan dengan performa motor dan dirinya di musim kedua setelah comeback bersama Yamaha, Rossi belum 100% bahagia. Sebabnya karena dia sama sekali belum menang.

"Saya gembira tapi tidak seratus persen karena saya butuh meraih kemenangan. Saya akan berbohong kalau saya mencoba menyangkalnya," sahut Rossi di situs resmi MotoGP.

Rossi saat ini duduk di posisi tiga klasemen pebalap. Dia cuma tertinggal 10 poin dari Dani Pedrosa yang ada di atasnya, sementara dengan Jorge Lorenzo di posisi empat ada 32 poin yang jadi jarak pemisah.