Latest Updates
Showing posts with label yamaha. Show all posts
Showing posts with label yamaha. Show all posts

Yamaha Resmi Pakai Full Seamless Gearbox di MotoGP 2015

Yamaha Resmi Pakai Full Seamless Gearbox di MotoGP 2015

Yamaha Resmi Pakai Full Seamless Gearbox di MotoGP 2015 
Yamaha Motor Racing secara resmi mengumumkan bahwa duet pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo akan menggunakan full seamless gearbox untuk menghadapi musim ini.

Menurut MotoGP.com, hal tersebut disampaikan Vice President Yamaha Motor Co. Ltd., Takaaki Kimura dalam sebuah konferensi pers di Jepang pada hari Senin (9/3).

Sembari mengembangkan motor YZR-M1, Yamaha juga fokus pada pengembangan teknis seperti shift pada full seamless gearbox, baik upshift maupun downshift, yakni teknologi inti dari peningkatan performa pengereman.

Berikut pernyataan resmi Takaaki Kimura:
Dalam uji coba pramusim MotoGP Sepang II, kami dapat mengonfirmasi performa seamless gearbox milik kami. Meski begitu, kami harus tetap mengembangkan sasis dan perangkat elektronik untuk mendapatkan potensi penuh. Kami akan tetap mencari setup terbaik di uji coba Qatar, sembari membidik kemenangan di seri pertama musim ini di tempat yang sama.

Rossi dan Lorenzo akan menjalani uji coba pramusim ketiga musim ini di Sirkuit Losail, Qatar pada 14-17 Maret nanti, yakni sebelum menjalani seri pembuka di sirkuit yang sama pada 26-29 Maret mendatang

Yamaha Bakal Akan Gunakan Seamless Gearbox

Penantian panjang Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo untuk mendapatkan seamless gearbox di motor mereka akan segera berakhir. Yamaha akan menerapkan sepenuhnya teknologi tersebut saat digelar tes pramusim kedua di Sepang.

Yamaha sebenarnya sudah menerapkan seamless gearbox di motornya sejak balapan di Misano pada September 2013 lalu. Namun hingga kini teknologi tersebut baru diaplikasikan hanya untuk persneling naik, belum untuk persneling turun.

Padahal Rossi dan Lorenzo menganggap keunggulan Marc Marquez atas mereka di dua musim terakhir adalah karena Honda lebih cepat mengaplikasikan seamless gearbox tersebut di motornya.

"Seamless untuk persneling turun direncanakan akan datang dalam waktu dekat. Dan itu jelas akan sangat membantu. Itu akan datang ASAP," ungkap Bos Yamaha, Lin Jarvis.

"Saya pikir itu akan menjadi skenario yang realitis. Yang terpenting dengan gearbox adalah Anda tidak bisa membuat kesalahan karena Anda berbicara soal keselamatan pebalap. Ini sesuatu yang sangat penting untuk Yamaha, apapun yang kami terapkan kami yakin 100% dengannya," sambung Jarvis saat ditanya apakah seamless gearbox akan diterapkan penuh di Sepang.

Tes kedua MotoGP di Sirkuit Sepang akan dimulai pada Senin (23/2/2015). Demikian dikutip dari FoxSport Asia.

Jadi Sponsor Yamaha, Movistar-Monster Berselisih?

Kontrak yang dipegang Movistar sebagai sponsor utama Yamaha Factory Racing MotoGP, dikabarkan membuat sang co-sponsor, Monster Energy merasa tak senang. Meski begitu, Yamaha menyatakan Monster telah memperpanjang kontrak selama dua tahun.

Sejak 2014, Movistar menjadi sponsor utama Yamaha dan memiliki kontrak lima tahun. Sepanjang musim, Monster pun dikabarkan menolak memperpanjang kontrak dengan Yamaha dan hanya ingin menjadi sponsor pribadi Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Menurut Speedweek, isu ini mencuat setelah Monster Energy merasa keberatan dengan kemiripan logo 'M' milik mereka dengan milik Movistar, yang merupakan perusahaan telekomunikasi raksasa di Spanyol.

"Monster tetap menjadi sponsor kami. Mereka telah memperpanjang kontrak selama dua tahun. Partisipasi mereka akan tetap sama seperti tahun 2014. Tak ada masalah antara Movistar dan Monster Energy," ujar Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis.

'Rossi-Lorenzo Makin Mirip, Yamaha Tak Lagi Repot'

'Rossi-Lorenzo Makin Mirip, Yamaha Tak Lagi Repot'


'Rossi-Lorenzo Makin Mirip, Yamaha Tak Lagi Repot' 
Manajer Tim Movistar Yamaha MotoGP, Wilco Zeelenberg meyakini gaya balap dan pemikiran Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang semakin mirip tak lagi merepotkan sektor pengembangan YZR-M1. Hal ini disampaikan Zeelenberg melalui Speedweek.

Saat bertandem di Fiat Yamaha pada musim 2008-2010, Rossi dan Lorenzo kerap berselisih pendapat, namun sejak kembali bertandem pada tahun 2013, keduanya punya pandangan yang sama soal performa YZR-M1. Zeelenberg pun merasa senang.

"Vale dan Jorge punya gaya balap yang mirip, dan ide mereka untuk membuat motor kami kompetitif juga sama. Teknisi Yamaha mendengarkan saran keduanya. Meski kata-kata mereka berbeda, keduanya menuju arah yang sama. Ini baik untuk pengembangan motor kami," ujarnya.

Zeelenberg mengakui adanya perbedaan pemilihan sasis tahun lalu. Menurutnya, perbedaan performa saat menikung membuat Rossi dan Lorenzo memilih sasis berbeda. Meski begitu, Yamaha meyakini catatan waktu keduanya tak pernah berbeda terlampau jauh.

"Jorge selalu memilih sasis yang lebih kaku. Jika sasis itu lebih fleksibel, maka cocok untuk Vale. Jorge tak suka bila motor terlalu banyak bergerak, sementara akselerasi Vale lebih baik. Secara umum, mereka selalu mengeluhkan permasalahan yang sama, jadi kami tahu area mana yang harus kami perbaiki," tutupnya.

Demi Mengalahkan Honda, Yamaha Tancap Gas Sedini Mungkin!

Musim lalu rider Repsol Honda Marc Marquez tampil dominan untuk mempertahankan predikat juara dunia MotoGP. Musim depan kubu Yamaha siap memberikan persaingan lebih sengit untuknya.

Marquez memenangi 10 balapan awal musim 2014 dan menambahkan tiga kemenangan lainnya untuk melenggang menuju takhta juara dunia kelas primer balap motor grand prix keduanya secara beruntun.

Dua andalan Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, sementara itu tak bisa berbuat banyak untuk mengusik dominasi Marquez yang sudah memastikan gelar juara di Motegi, dengan tiga seri tersisa.

Rossi, yang finis kedua di klasemen akhir, berhasil memenangi dua balapan meskipun tetap terpaut sampai 67 poin dari Marquez. Sedangkan Lorenzo, yang mengawali musim dengan kurang oke, juga mampu meraih dua kemenangan untuk finis ketiga di klasemen akhir.

"Apa yang kami butuhkan adalah menjaga momentum karena Anda tak boleh lengah," kata bos Yamaha Lin Jarvis di Autosport.

"Saat ada seseorang setangguh Marc pada saat ini, Anda harus langsung menggeber sedari tes pertama, sedari balapan perdana.

"Menurut saya ini akan jadi musim luar biasa dan semoga saja warna biru (Yamaha) akan ada di atas sana sampai akhir," tegasnya.

Honda dan Yamaha Kompak Puji Antusiasme Publik Indonesia terhadap MotoGP

Honda dan Yamaha Kompak Puji Antusiasme Publik Indonesia terhadap MotoGP

 
Roma - Dikenal sebagai rival, Honda dan Yamaha tetap punya opini serupa ketika membicarakan antusiasme publik Indonesia terhadap gelaran MotoGP. Mereka kompak memberi apresiasi positif dan juga menyayangkan fakta bahwa Indonesia tak menggelar MotoGP.

Dengan Indonesia menyandang status sebagai salah satu pasar besar untuk sepeda motor, Yamaha dan Honda sudah beberapa kali mengirimkan bintang-bintang MotoGP-nya untuk sejumlah aktivitas. Dalam kesempatan tersebut, publik Indonesia rupanya sudah memberikan kesan khusus.

"Kami sudah pernah datang ke Indonesia dengan kedua rider kami dan luar biasa sekali antusiasme mereka terhadap MotoGP," sebut Manajer Tim Repsol Honda Livio Suppo di Crash. "Mereka memperlakukan para pebalap seperti bintang musik rock. Sayang sekali kita tidak memiliki balapan MotoGP di sana."

Yamaha, yang juga bersaing sengit dengan Honda dalam hal penjualan di Indonesia, pun sudah mendatangkan pebalap-pebalapnya dalam beberapa kesempatan. Kesan serupa juga mereka dapatkan dari publik Indonesia.

"Seperti yang dikatakan Livio, Indonesia luar biasa," sambung Managing Director Yamaha Lin Jarvis. "Buat saya, popularitas MotoGP di Indonesia luar biasa sekali mengingat kami bahkan tidak membalap di sana."

Kendatipun punya basis penggemar besar, Indonesia sudah tak pernah lagi menghajat balapan kejuaraan dunia grand prix balap motor sejak balapan 500cc di Sentul pada tahun 1997 silam. Sejumlah usaha untuk kembali menggelar balapan dalam ajang kejuaraan dunia balap motor sudah beberapa kali dilakukan, termasuk seri World Superbike tahun 2013 lalu, meskipun semuanya belum berhasil dilakukan.

Satu-satunya balapan MotoGP di Asia Tenggara yang ada saat ini adalah MotoGP Malaysia di Sepang, yang popularitasnya terus berkembang dengan seri balapan itu tahun ini disebut menyedot 130 ribu penonton--nyaris dua kali lipat seri balapan di Jepang dan Australia.
Sehubungan dengan hal tersebut, kubu Honda dan Yamaha pun menyambut baik jika pada suatu saat nanti gelaran MotoGP akan menambah seri balap di Asia Tenggara, secara khusus Indonesia.

"Kami harus tetap di Eropa karena tentu saja itu amatlah penting, tapi di sisi lain jika di masa depan kami memiliki lebih sedikit balapan di Spanyol dan Italia, misalnya, dan lebih banyak balapan di negara-negara seperti Amerika Selatan, atau Indonesia, atau Thailand, itu tentu saja amat disambut baik," kata Suppo.

"Kami di Yamaha punya pendapat yang sama. Fokus utamanya di MotoGP adalah mempromosikan merek dan dukungan terhadap penjualan dan pemasaran. Pada akhirnya itulah tujuan utamanya. Tentu saja pengembangan teknis juga sangat penting, tapi jika kami tidak menjual motor maka kami takkan ada di sini. Bagian besar dari bisnis secara khusus adalah Asia, dan sejumlah wilayah di Amerika Selatan juga berkembang dengan baik. Chile, misalnya. Saya kecewa kami tidak pergi ke Brasil, tapi semoga kami akan melakukannya. Manajemen kami sudah pergi ke sirkuit di Thailand, yang mana masih gres, dan juga amat sangat terkesan dengan sirkuit itu," beber Jarvis melanjutkan.

Lorenzo Mau di Yamaha Sampai Akhir Kariernya

Jorge Lorenzo menyebut dirinya pernah punya dua kesempatan pindah dari Yamaha. Percaya kalau kesetiaan akan terbayar dengan sukses, dia memutuskan bertahan di tim yang sama dan bahkan berencana pensiun di sana.

Lorenzo memperkuat Yamaha sejak dia terjun di kelas MotoGP pada tahun 2008. Sebelumnya dia memperkuat Aprilia serta Honda di kelas 250cc dan bergabung dengan Derbi saat masih berlaga di 125cc.

Tujuh tahu menjadi penunggang Yamaha, Lorenzo mengaku kalau keinginan untuk berganti motor sempat melintas di pikirannya. Peluang tersebut malah disebutnya sempat datang dua kali di tahun 2009 dan 2012, yang kemudian ditolaknya.

"Saya pikir itu hal yang normal dirasakan semua pebalap saat mereka merasa penasaran mencoba motor lain, terutama jika motor itu lebih cepat dan lebih kompetitif. Tapi dalam hidup, saya sangat percaya dengan keyakinan dan saat orang lain yakin pada Anda, meski di saat yang sulit sekalipun, Anda harus membalas kepercayaan itu," sahut Lorenzo dalam wawancaranya dengan Sky Sport Italia.

Kabar terakhir yang menyebut Lorenzo akan hengkang dari Yamaha terdengar kencang di awal musim ini. Rumor tersebut tersiar kencang karena dia belum dapat kontrak baru dari Yamaha dan di sisi lain Honda punya performa yang sangat baik.

"Saya punya kesempatan berganti motor di tahun 2009 dan 2012, tapi kemudian memutuskan untuk bertahan, karena keyakinan yang saya punya dalam diri saya sendiri, karena alasan finansial dan karena motor yang sangat kompetitif, dan itu sangat penting karena kami di sini untuk menang. Saya dan Yamaha."

"Menambahkan dari aspek tersebut, ada juga sisi kemanusiaan, yakni merasa nyaman dengan tim, dan kepercayaan yang ada, yang mana sangat penting dan selalu menjadi alasan saya memilih Yamaha. Saya harap bisa bertahan dengan Yamaha selamanya. Akan menyenangkan suatu saat nanti saya mengatakan tidak pernah berganti tim di MotoGP. Beberapa pebalap bisa melakukannya," lanjutnya seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.

Uji Coba Motor 2015 Cukup Puaskan Rossi dan Lorenzo

Uji Coba Motor 2015 Cukup Puaskan Rossi dan Lorenzo
Jakarta - Sesi tes yang digelar di Sirkuit Brno digunakan Yamaha untuk menguji coba motor musim 2015. Meski belum sempurna, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo mengaku ada beberapa hal positif didapat dari tunggangan baru itu.

Sehari setelah finis kedua dan ketiga di MotoGP Ceko, Lorenzo dan Rossi tampil pada sesi uji coba di Sirkuit Brno. Pada kesempatan tersebut keduanya mencoba prototype motor 2015 dan mesin untuk musim 2015 namun dipasang pada frame 2014.

Di akhir sesi, Lorenzo duduk di posisi dua sebagai pebalap tercepat. Sementara Rossi ada di tangga kelima.

"Kami mencoba beberapa hal untuk motor musim depan dan pada beberapa aspek itu terasa positif, negatif di beberapa hal yang lain tapi secara umum lebih baik. Kami juga mencoba beberapa hal untuk musim ini. Sasis untuk musim depan terasa lebih stabil dan itu hal yang bagus," sahut Lorenzo, yang melahap 52 putaran dalam kesempatan tersebut.

Pernyataan senada dilontarkan Rossi. Meski perubahan yang dirasakan masih minim, The Doctor menyebut Yamaha berada di jalur yang tepat untuk menyambut musim 2015.

"Prototype pertama dari mesin baru adalah langkah kecil tapi itu sudah terasa lebih baik. Kami juga mencoba prototype motor baru. Kami berhasil mengembangkan beberapa hal, pengereman tidak terlalu buruk tapi dalam akselerasi feeling saya kami masih sedikit kurang. Jadi kami memiliki hal yang bagus dan juga hal yang buruk," timpal Rossi di Crash.